Alumnus SKPP Diharapkan Minimalisir Kecurangan

Administrator | Sabtu, 21 November 2020 - 00:07:18 WIB
Alumnus SKPP Diharapkan Minimalisir Kecurangan

SOREANG - Bawaslu Kab Bandung menggelar 'Konsolidasi' Kader Pengawasan Partisipatif. Kegiatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan pemahaman alumni Sekolah Kader Pengawasan Partifipatif (SKPP) dalam memahami regulasi dan dinamika pengawasan pada seluruh tahapan Pilkada 2020.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kab Bandung Hedi Ardia menjelaskan, dengan dilaksanakannya konsolidasi alumnus kader SKPP Kab Bandung pada 20 hari menjelang pelaksanaan Pilkada Bandung 2020 semakin menguatkan barisan dari pengawas pemilu. Pasalnya, menjelang hari-H tidak menutup kemungkinan akan terjadinya peningkatan pelanggaran.

"Semakin mendekati batas akhir kampanye, paslon dan timsesnya akan menggunakan berbagai cara untuk memanfaatkan waktu untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya dan itu dimungkinkan terjadinya banyak pelanggaran," kata Hedi dalam siaran persnya, Kamis (19/11/20).

Menurut Hedi, alumnus SKPP ini harus menjadi mata dan telingannya Bawaslu dalam rangka memaksimalkan pengawasan di masa-masa krusial kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara. Alumnus SKPP diharapkan memperkuat kekuatan pasukan pengawasan di Pilkada 2020 ini.

Disamping ada tambahan pengawasan yang dilakukan oleh Pengawas TPS yang akan disebar di seluruh TPS yang ada. Alumnus SKPP juga diharapkan bisa mempersempit ruang gerak kelompok yang berniat melakukan kecurangan dengan memanfaatkan politik uang dan memanfaatkan pejabat daerah yang dianggap 'menguntungkan atau merugikan salah satu paslon'.

"Sekali lagi kami tidak ingin kecolongan dari upaya-upaya pihak yang ingin memenangkan Pilkada dengan melakukan kecurangan termasuk yang paling rawan dan dikhawatirkan terjadinya pembelian suara dan intimidasi kepada pemilih. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengawasi diharapkan bisa meminimalisir itu semua," ucapnya.

Lebih lanjut mengimbau kepada paslon agar menginstruksikan timses maupun simpatisannya untuk bisa menjaga suasana damai hingga penghitungan suara dilakukan diantaranya dengan memagari para loyalisnya untuk tidak merusak Alat Peraga Kampanye paslon lainnya.

"Bukan apa-apa kami sudah menerima laporan adanya perusakan APK milik paslon. Tentu saja, hal ini sangat disayangkan karena bisa merusak suasana kompetisi yang seharusnya bisa berlangsung secara demokratis dan fair play," ucapnya.