BAWASLU KABUPATEN BANDUNG AJAK PEREMPUAN AWASI PEMILU

Administrator | Senin, 08 April 2019 - 11:43:56 WIB
BAWASLU KABUPATEN BANDUNG AJAK PEREMPUAN AWASI PEMILU

SOREANG - Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Bandung - Menggelar kegiatan sosialisasi pengawasan terhadap kaum perempuan yang diselenggarakan di Hotel Sutan Raja Soreang pada hari Rabu (20/2/2019)

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama kaum perempuan dalam pengawasan pemilu terhadap Pemilihan umum 2019 yang beberapa bulan lagi akan dilaksanakan.

Perempuan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki., hal tersebut secara konstitusional tertera dalam undang-undang dasar 1945 Republik Indonesia. Oleh karena itu, keduanya baik laki-laki maupun perempuan diberikan hak yang sama secara demokratis yaitu dengan diberikan hak memilih dan dipilih.

Pemberian hak yang sama ini merupakan implementasi dari sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia terutama pasca kejatuhan Rezim Orde Baru dimana perempuan diperlakukan secara suboordinatif atau bahkan ditempatkan pada tatanan masyarakat kelas dua.

Secara sosiologis tradisi tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap perkembangan dan pola pikir masyarakat Indonesia, sehingga perempuan hanya berperan aktif dalam urusan rumah tangga saja.

Setelah Reformasi tahun 1998, terjadi perubahan secara sistemik walaupun tidak terlalu signifikan. Transisi pemerintahan Otoriterianisme orde baru menuju pemerintahan yang demokratis sedikit demi sedikit bertransformasi.  Begitupun tentang hak-hak perempuan yang berangur-angsur dilindungi terutama hak politik nya. Kuota 30 % bagi perempuan merupakan kebijakan afirmatif dalam peranan kaum perempuan yang dijamin secara konstitusional oleh pemerintah.

Menurut Hedi Ardia selaku koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar lembaga yang saat itu merupakan narasumber mengatakan bahwa, “Secara Historis Perempuan pada zaman dahulu baik dalam peradaban romawi ataupun yunani merupakan masyarakat kelas dua dan dianggap sebagai pelayan saja. Tetapi setelah Islam muncul dan berkembang kaum perempuan diberikan hak yang sama ataupun setara”.

Komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) Ayi Maryati berpendapat bahwa kaum perempuan pada hari ini terlalu pasif dalam berpartisipasi secara politik terutama pada politik electoral yaitu pemilihan umum. “Mereka hanya datang ke tempat pemungutan suara, lalu nyoblos kemudian pulang.

Perempuan sebagai masyarakat Indonesia yang diberikan hak politik yang sama dengan kaum laki-laki seharusnya berperan aktif, tidak hanya masuk pada arena pertarungan politik legislatife melainkan harus memberikan andil terhadap pengawasan pemilu terutama harus berani melaporkan apabila melihat pelanggaran-pelanggaran pemilu yang bisa saja terjadi terutama di daerah kabupaten Bandung yang secara kuantitas merupakan pemilih terbanyak kedua setelah Bogor.