Bawaslu Dorong Penguatan Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029
|
BANDUNG – Menjelang tahapan Pemilu 2029, Bawaslu mendorong pemilih untuk dipersiapkan sejak dini agar memahami peran dan tanggung jawabnya dalam proses demokrasi. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengawal penyelenggaraan pemilu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Kabupaten Bandung, Rabu (12/8/2026).
Bagja mengatakan pengawasan partisipatif merupakan salah satu ruang bagi masyarakat untuk semakin dekat dengan proses demokrasi. Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pengawasan pemilu.
"Pengawasan partisipatif memungkinkan masyarakat ikut terlibat dalam mengawasi jalannya pemilu, mencegah pelanggaran, serta membangun kepercayaan publik terhadap hasil pemilu," ujarnya.
Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Masyarakat memiliki ruang untuk turut memastikan proses demokrasi berjalan sesuai dengan ketentuan. Karena itu, peningkatan kesadaran dan partisipasi publik menjadi bagian penting dalam membangun pengawasan yang lebih luas.
"Tugas kami di Bawaslu salah satunya adalah melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif untuk menghadapi tahapan Pemilu 2029. Dengan upaya ini, kami berharap demokrasi ke depan akan menjadi lebih baik lagi," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Jawa Barat Zacky Muhammad Zam Zam menilai keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memperluas jangkauan pengawasan pemilu. Pada Pemilu dan Pemilihan 2024, pengawasan partisipatif di Jawa Barat telah menjangkau 645 organisasi dan komunitas dengan 22.255 peserta.
Zacky menilai persoalan pemilu tidak selalu muncul pada hari pemungutan suara, tetapi dapat bermula jauh sebelumnya, termasuk berkaitan dengan data pemilih, administrasi partai politik, hingga literasi demokrasi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Bawaslu Jabar terus mendorong pendidikan politik, pemutakhiran data pemilih, serta pengawasan partisipatif sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029 diseluruh wilayah Jawa Barat. Pertumbuhan jumlah pemilih di Jawa Barat juga menjadi salah satu alasan perlunya penguatan pengawasan dan konsolidasi demokrasi sejak masa non-tahapan.
Penguatan pengawasan partisipatif turut menjadi perhatian Bawaslu Kabupaten Bandung. Bawaslu Kabupaten Bandung memandang masyarakat sebagai mitra strategis dalam mengawal setiap tahapan pemilu dan pemilihan. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Bandung juga berharap dapat melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki pemahaman, kepedulian, dan komitmen untuk terlibat aktif dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu.
Upaya tersebut menjadi penting karena pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memperluas jangkauan pengawasan sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.
Penguatan kolaborasi juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029. Bawaslu juga menekankan bahwa kolaborasi dan pengawasan partisipatif merupakan langkah penting dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang demokratis dan berintegritas.
Melalui penguatan pengawasan partisipatif, Bawaslu mendorong masyarakat untuk menjadi pemilih yang sadar, aktif, dan turut menjaga kualitas penyelenggaraan Pemilu 2029. Partisipasi masyarakat diharapkan tidak berhenti pada penggunaan hak pilih, tetapi berkembang menjadi keterlibatan dalam mengawal setiap proses demokrasi.
Kegiatan di Kabupaten Bandung tersebut menghadirkan Anggota DPR RI Dede Yusuf, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, serta Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Bandung sebagai narasumber.
Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu. Dengan pengawasan yang dilakukan secara bersama-sama, kualitas penyelenggaraan Pemilu 2029 diharapkan semakin baik dan tercapainya demokrasi yang berintegritas.