Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jabar Dorong Jurnal Keadilan Pemilu Jadi Referensi Publik tentang Demokrasi

Bawaslu Jabar Dorong Jurnal Keadilan Pemilu Jadi Referensi Publik tentang Demokrasi

BANDUNG — Bawaslu Jawa Barat mendorong Jurnal Keadilan Pemilu menjadi sumber pengetahuan demokrasi yang terbuka, objektif, dan mampu membantu masyarakat memahami berbagai persoalan kepemiluan secara lebih mendalam.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Penyusunan Jurnal Keadilan Pemilu Volume 7 Nomor 1 Tahun 2026, Bagian Kedua, yang digelar di Aula Rapat Bawaslu Kabupaten Bandung, Rabu (30/9).

Kegiatan tersebut menghadirkan pengamat pemilu dan demokrasi, Yosep Yusdiana, serta Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung, Dian Farid. Pembahasan diarahkan pada penguatan kualitas tulisan dan kajian agar jurnal tidak hanya menjadi media publikasi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman masyarakat mengenai pemilu dan demokrasi.

Yosep Yusdiana mendorong agar Jurnal Keadilan Pemilu tidak sekadar menjadi kumpulan tulisan. Menurutnya, jurnal perlu menghadirkan kajian kritis yang berbasis fakta sekaligus memberikan rekomendasi yang dapat menjawab berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemilu.

Kajian yang disajikan juga diharapkan mampu melihat persoalan kepemiluan secara lebih mendalam. Dengan demikian, tulisan yang diterbitkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi dapat menjadi bahan pemikiran dan diskusi dalam melihat berbagai tantangan demokrasi.

Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung, Dian Farid, menekankan pentingnya menjaga orisinalitas dan relevansi setiap tulisan. Proses editorial juga menjadi bagian penting untuk memastikan tulisan yang diterbitkan memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

Menurut beliau, produktivitas dalam menghasilkan publikasi perlu tetap berjalan seiring dengan kualitas akademik. Kualitas tulisan menjadi bagian penting agar jurnal memiliki nilai sebagai sumber pengetahuan dan referensi.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Jawa Barat, Fereddy, mendorong Jurnal Keadilan Pemilu menjadi salah satu sumber referensi untuk memperluas pemahaman mengenai pemilu dan demokrasi.

Menurut beliau, kemampuan menulis juga tumbuh dari kebiasaan membaca dan memperkaya referensi. Karena itu, pengembangan jurnal juga perlu didukung dengan budaya literasi yang kuat di lingkungan kelembagaan.

Melalui Jurnal Keadilan Pemilu, Bawaslu Jawa Barat berupaya memperkuat budaya literasi dan kajian kepemiluan yang berkualitas. Kehadiran jurnal diharapkan dapat membuka ruang bagi pembahasan berbagai persoalan pemilu berdasarkan fakta, kajian, dan perspektif yang beragam.

Dengan penguatan kualitas tulisan dan kajian, Jurnal Keadilan Pemilu diharapkan tidak hanya menjadi publikasi kelembagaan, tetapi juga dapat menjadi referensi yang mendorong diskusi publik serta memperkaya pemahaman masyarakat terhadap pemilu dan demokrasi.