Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Bekali Santri PPI 99 Rancabango tentang Nasionalisme dan Nilai Keislaman
|
GARUT — Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahpiana, menjadi pemateri dalam Program Mukhyayam Tarbawi Tsaqafi Kelas 2 Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam (PERSIS) 99 Rancabango, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan (Buper) Cibeureum, Samarang, Kabupaten Garut, tersebut mengangkat tema “Nasionalis Keislaman.”
Dalam kesempatan tersebut, Kahpiana memberikan pemahaman kepada para santri mengenai pentingnya membangun sikap nasionalisme yang berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, generasi muda, khususnya para santri, memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan demokrasi, persatuan, serta keberagaman di Indonesia.
Kahpiana juga mendorong para santri untuk tidak hanya menjadi generasi yang memiliki pengetahuan agama, tetapi mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sikap kritis, jujur, bertanggung jawab, serta menghargai perbedaan menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
“Jadilah generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu dan iman, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bangsa. Nasionalisme dan nilai-nilai keislaman bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, tetapi dapat berjalan bersama dalam membentuk pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat.” ujar Kahpiana.
Selanjutnya, Kahpiana mengajak para santri untuk mulai mengenal dan memahami proses demokrasi sejak dini. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan demokrasi, tetapi harus mampu mengambil peran dengan menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, serta kepentingan masyarakat.
Kegiatan Mukhyayam Tarbawi Tsaqafi yang berlangsung pada 25–27 Agustus 2026 ini menjadi ruang pembelajaran bagi para santri untuk memperkuat wawasan, karakter, dan kepemimpinan. Kehadiran Bawaslu Kabupaten Bandung turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai demokrasi dan pengawasan pemilu kepada generasi muda.