Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Bandung berikan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Segmen Pemilih Pemula di Pondok Pesantren Al-Basyariyah

Bawaslu Kabupaten Bandung menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Segmen Pemilih Pemula di Pondok Pesantren Al-Basyariyah

BANDUNG - Anggota Bawaslu Kabupaten Bandung Deni Jaelani menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Segmen Pemilih Pemula kepada Santri dan Santriawati di Pondok Pesantren Al-Basyariyah yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Bandung pada Jumat (19/12/2025).


Pada kegitan tersebut Deni Jaleni selaku narasumber menyampaikan bahwa Pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam demokrasi karena jumlahnya besar dan suaranya memiliki bobot yang sama dengan pemilih lain. Oleh karena itu, kesadaran dan kepekaan politik pemilih pemula menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan. Tanpa kesadaran politik, hak pilih yang dimiliki justru berpotensi disalahgunakan atau dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu.


Lebih lanjut Deni Jaelani, menekankan 4 (empat) hal terkait dengan pentingnya kesadaran pemilih pemula untuk peka dan aktif dalam dunia electoral: Pertama, pemilih pemula adalah kelompok yang paling terdampak oleh kebijakan publik dalam jangka panjang. Keputusan politik hari ini akan menentukan kualitas pendidikan, lapangan kerja, dan kesejahteraan mereka di masa depan. Jika pemilih pemula apatis atau memilih tanpa pertimbangan rasional, maka mereka secara tidak langsung menyerahkan masa depannya kepada keputusan yang tidak bertanggung jawab. Kedua: endahnya kesadaran politik pemilih pemula membuka ruang bagi manipulasi politik, seperti politik uang, politik identitas, dan penyebaran hoaks. Ketiga, demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga dari kualitas pilihan politik warga negara. Pemilih pemula yang sadar politik mampu menilai rekam jejak, program, dan visi calon pemimpin secara objektif. Keempat, kesadaran politik pemilih pemula berperan penting dalam membentuk budaya politik yang demokratis. Pemilih yang peka terhadap isu publik akan terbiasa berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, serta mengawasi jalannya pemerintahan. Budaya ini menjadi benteng terhadap praktik otoritarianisme dan penyalahgunaan kekuasaan.


Para Santri dan Santriawati yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias dan interaktif dengan diajukan beberapa pertanyaan dan diskusi yang berjalan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini di gelar dalam rangka memberikan edukasi demokrasi kepada kelompok pemilih pemula yang akan turut berpartisipasi dalam pemilu mendatang.