Bawaslu Kabupaten Bandung Gelar Penguatan Kelembagaan: Evaluasi Pengawasan Pemilu dan Perencanaan Strategis Menuju Pemilu yang Demokratis
|
SOREANG – Bawaslu Kabupaten Bandung menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kelembagaan dengan tema “Evaluasi Pengawasan Pemilu dan Pemilihan serta Rencana Strategis dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang Demokratis di Kabupaten Bandung”, Jumat (12/9).
Kegiatan yang berlangsung di Grand Sunshine Resort and Convention Soreang ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Ketua BawasluKabupatem Bandung beserta jajaran Anggota Bawaslu Kabupaten Bandung dan staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Bandung, serta menghadirkan narasumber Anggota DPR RI Komisi II Ir. H. Anang Susanto, M.Si., Pegiat Pemilu, Komarudin, S.E., Akademisi, Prof. Dr. H. Fauzan Ali Rasyid,, M.Si., dan Pegiat Pemilu, Mega Nugraha Sukarna, S.H., yang turut memberikan pandangan strategis terkait penguatan kelembagaan pengawas pemilu di daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahpiana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan pengawasan pemilu,
“Kelembagaan yang kuat dan solid menjadi kunci dalam memastikan proses pemilu dan pemilihan berjalan jujur, adil, serta berintegritas. Melalui kegiatan ini, kami ingin melakukan refleksi terhadap pengalaman pengawasan sebelumnya sekaligus merancang strategi pengawasan yang lebih efektif dan partisipatif ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Anang Susanto dalam paparannya menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pengawas pemilu, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Bawaslu memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan pemilu yang berintegritas. Namun, keberhasilan pengawasan tidak hanya bergantung pada kelembagaan Bawaslu, melainkan juga dukungan semua pihak, termasuk masyarakat yang sadar akan pentingnya partisipasi politik yang sehat,” ungkapnya
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan harus dibarengi dengan inovasi pengawasan berbasis teknologi dan pendekatan humanis kepada masyarakat pemilih.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan pada Pilkada 2024 lalu, termasuk tantangan dalam menghadapi dinamika politik lokal serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan rencana strategis Bawaslu Kabupaten Bandung untuk periode mendatang.
Kegiatan ini ditutup dengan penegasan komitmen bersama seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bandung untuk terus menjaga independensi, profesionalitas, dan integritas dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Bandung.
“Dengan semangat kolaborasi dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, kami yakin pengawasan ke depan akan semakin kuat dan dipercaya publik,” tutup Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung.