Bawaslu Kabupaten Bandung Gelar Penguatan Pemahaman Kepemiluan Bersama Kaum Disabilitas di Desa Lengkong
|
BOJONGSOANG – Bawaslu Kabupaten Bandung menggelar kegiatan Penguatan Pemahaman Kepemiluan Bersama Kaum Disabilitas di Dreamwork, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (28/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat memahami dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi.
Kehadiran Bawaslu disambut hangat oleh Kepala Desa Lengkong, H. Agus Salam Rahmat beserta jajaran perangkat desa, Pembina Yayasan Bintang Grahita Dreamwork Nurnayunisa dan Yuli beserta kaum disabilitas.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Bandung dan Bawaslu Provinsi Jawa Barat yang telah memilih Desa Lengkong sebagai tempat kegiatan penguatan pemahaman kepemiluan bagi kaum disabilitas. Kegiatan seperti ini sangat penting agar seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, dapat berpartisipasi aktif dalam pemilu. Kami dari pemerintah desa siap mendukung penuh upaya menciptakan pemilu yang inklusif dan berkeadilan.” ujar Agus.
Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Nuryamah, serta Anggota Bawaslu Kabupaten Bandung, Dede Sodikin dan Yunita Rosdiana.
Dalam sambutannya, Dede Sodikin menegaskan pentingnya inklusivitas dalam pengawasan pemilu serta hak politik yang setara bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan ini, Bawaslu berkomitmen membangun kesadaran bersama bahwa setiap warga negara memiliki hak dan tanggung jawab dalam menjaga integritas pemilu.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa Bawaslu hadir untuk semua kalangan. Penyandang disabilitas memiliki hak politik yang sama dan perlu mendapatkan akses informasi serta ruang partisipasi yang setara dalam setiap tahapan pemilu. Edukasi seperti ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memperkuat kesadaran demokrasi di masyarakat.” tegasnya.
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Nuryamah juga menyampaikan Bawaslu berkomitmen memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memahami dan mengawasi jalannya pemilu.
“Inklusivitas bukan hanya slogan, tetapi wujud nyata dari demokrasi yang sehat. Kehadiran kaum disabilitas dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama, tanpa terkecuali.” pungkas Nuryamah.
Suasana acara semakin hangat dengan penampilan istimewa dari kaum disabilitas, yang menampilkan pertunjukan perkusi serta penampilan solo vokal dari Widya, yang mendapat apresiasi luar biasa dari para peserta dan tamu undangan.
Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bandung juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Bintang Grahita Dreamwork. Kerja sama ini menjadi landasan bagi pelaksanaan program Sekolah Demokrasi yang digagas oleh Bawaslu Kabupaten Bandung, sebagai sarana edukasi kepemiluan yang berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk komunitas disabilitas.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Bawaslu Kabupaten Bandung dalam mewujudkan pemilu yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat.