Bawaslu Kabupaten Bandung Perkuat Kesiapan Keamanan Siber Menuju Pemilu 2029
|
BANDUNG — Bawaslu Kabupaten Bandung memperkuat kesiapan menghadapi potensi ancaman keamanan siber dalam penyelenggaraan Pemilu 2029. Upaya tersebut dilakukan dengan mengikuti rapat sinergi Bawaslu dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (9/9).
Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman jajaran terhadap pentingnya keamanan digital dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu.
Rapat sinergi Bawaslu dan BSSN mengangkat tema “Memperkuat Keamanan Digital dalam Tata Kelola Pengawasan Pemilu”. Pembahasan berfokus pada penguatan keamanan digital, kesiapan menghadapi potensi ancaman siber, serta pentingnya membangun tata kelola pengawasan pemilu yang aman dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, potensi ancaman siber pada Pemilu 2029 bahkan perlu diantisipasi sejak tahapan pemilu dimulai pada 2027.
"Kemungkinan serangan siber tetap ada di tahun 2027, karena tahapan pemilu tahun 2027 sudah dimulai,” ujar Bagja.
Menurutnya, tantangan keamanan siber pada Pemilu 2029 diperkirakan semakin kompleks seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ancaman siber tidak hanya berpotensi mengganggu sistem atau layanan digital, tetapi juga dapat berdampak terhadap proses pengawasan dan penyelenggaraan pemilu. Karena itu, keamanan data serta perlindungan terhadap layanan digital menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian serius.
Bagja menegaskan penguatan keamanan siber perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Sejumlah aspek yang perlu diperkuat antara lain tata kelola keamanan siber, security monitoring, kemampuan deteksi dini atau early detection, serta kompetensi teknis jajaran Bawaslu.
Selain penguatan sistem, kesadaran keamanan digital setiap jajaran juga menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi ancaman siber. Hal tersebut diperlukan karena keamanan digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dalam mengenali dan merespons potensi ancaman.
Pengalaman pada pemilu sebelumnya menjadi salah satu pembelajaran bagi Bawaslu untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi dan mengantisipasi ancaman di ruang siber maupun media sosial.
Bagi Bawaslu Kabupaten Bandung, penguatan pemahaman mengenai keamanan digital menjadi bagian dari kesiapan kelembagaan menghadapi tahapan Pemilu 2029. Perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut jajaran pengawas pemilu untuk mampu beradaptasi sekaligus menjaga keamanan informasi dalam menjalankan tugas pengawasan.
Sinergi Bawaslu dengan BSSN menjadi bagian dari langkah bersama untuk membangun sistem pengawasan pemilu yang lebih aman, tangguh, dan responsif terhadap perkembangan ancaman digital.
Dengan penguatan kapasitas kelembagaan dan kesadaran keamanan digital sejak dini, Bawaslu Kabupaten Bandung berkomitmen mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu yang aman serta mampu menghadapi tantangan teknologi menuju Pemilu 2029.